Langsung ke konten utama

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG


1.      PENGERTIAN
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung mengolah produk. Untuk perusahaan yang memproduksi kursi rotan,yang disebut tenaga kerja langsung antara lain tukang potong rotan, tukang ketam (pelicin) kursi rotan, dan tukang warna kursi rotan.
Anggaran biaya tenaga kerja langsung merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jumlah waktu yang diperlukan oleh para tenaga kerja langsung untuk menyelesaikan unit yang akan diproduksi, tarif upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung dan waktu (kapan) para tenaga kerja langsung tersebut menjalankan kegiatan proses produksi, yang masing-masing dikaitkan dengan jenis barang jadi (produk) yang akan dihasilkan, serta tempat (departemen) di mana para tenaga kerja langsung tersebut akan bekerja.

2.      PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM PERENCANAAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

Pendekatan yang digunakan untuk membuat anggaran tenaga kerja langsung:
·         Memperkirakan standar jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk setiap unit dari setiap produk, kemudian memperkirakan tingkat upah rata-rata menurut departemen, pusat biaya, atau operasi dikalikan waktu standar per unit dari produk dengan rata-rata tingkat upah per jam, menghasilkan biaya tenaga kerjalangsung per unit keluaran untuk setiap departemen,pusat biaya, atau operasimenurut tingkat biaya tenaga kerja langsung per unit untuk memperoleh total biaya tenaga kerja langsung menurut produk.
·         Memperkirakan rasio dari biaya tenaga kerja langsung untuk beberapapengukuran dari keluaran yang dapat direncanakan secara realisti. 88 Dr. Enni Savitri, SE, MM.Ak
·         Membuat data personel menurut kebutuhan jumlah personel(termasuk biaya)untuk tenaga kerja langsung setiap pusat tanggung jawab.




3.      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Suatu rencana yang menggambarkan berapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang harus dibayarkan pada setiap departemen produksi maupun secara keseluruhan selama satu periode dalam pelaksanaan proses produksi guna menghasilkan produk sesuai dengan rencana produksinya.
Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penyusunan anggaran tenaga kerja langsung:
·         Rencana produksi
·         Bagian/departemen yang digunakan untuk melakukan proses produksi
·         Standar penyelesaian produk, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit produk
·         System upah yang digunakan (menurut waktu per jam, hasil per unit, atau dengan insentif interval)


4.      STRUKTUR ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Anggaran tenaga kerja langsung harus selaras dengan struktur dari rencana laba tahunan. Oleh karena itu, harus memperlihatkan biaya dan jam tenaga kerja langsung yang direncanakan menurut pusat tanggung jawab, waktu ( bulan atau kuartalan ), dan menurut produk.

5.      PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Hal hal yang perlu di perhatikan dalam pengendalian dan perencanaan tenaga kerja langsung:
1.      Kebutuhan personel
2.      Penerimaan tenaga kerja
3.      Pelatihan
4.      Pengukuran kinerja
5.      Urutan tugas dan penilaian
6.      Negosiasi dengan serikat pekerja
7.      Administrasi upah dan gaji


Fungsi perencanaan dan pengendalian anggaran tenaga kerja
1.      Pemakaian tenaga kerja bisa lebih efesien karena perencanaan dan standar telah di tentukan dengan matang
2.      Pengeluaran(biaya)tenaga kerja dapat di rencanakan dan di atur secara efesien
3.      Harga pokok barang dapat dihitung.

KESIMPULAN
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung mengolah produk.
Anggaran biaya tenaga kerja langsung merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung selama periode yang akan dating.
Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penyusunan anggaran tenaga kerja langsung:
Rencana produksi, bagian/departemen yang digunakan untuk melakukan proses produksi, standar penyelesaian produk, dan system upah yang digunakan (menurut waktu per jam, hasil per unit, atau dengan insentif interval)


DAFTAR PUSTAKA
http://dimasera-ketikajarikumenari.blogspot.com/2013/01/perencanaan-dan-pengendalian-tenaga.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TENTANG PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. makalah ini membahas tentang ” Pelanggaran HAM” Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Tambun Selatan, Februari 2014 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………...

INVESTASI SEMENTARA

Devinisi Investasi Sementara Investasi jangka pendek diartikan sebagai investasi sementara dalam surat-surat berharga yang mudah diperjual belikan dengan uang atau kas yang menganggur dengan tujuan untuk mendapatkan tambahan aliran kas masuk.  Investasi Jangka Pendek biasanya dilakukan dalam bentuk deposito, sertifikat bank atau surat-surat berharga yaitu saham (efek ekuitas) dan obligasi (efek utang). Karakteristik Investasi Jangka Pendek Surat-surat berharga itu harus dapat dijual kembali dengan harga yang yang berlaku pada tanggal penjalannya. Surat-surat berharga yang memenuhi syarat adalah surat-surat berharga yang terdapat dalam bursa saham. Penjalannya kembali oleh pimpinan perusahaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan uang. Pemilikan surat berharga tidak dengan maksud menguasai perusahaan lain Investasi Jangka Pendek Dalam Saham Saham adalah surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang saham ikut serta memodali suatu Perseroan Terbatas (PT). Dengan demikia...